News

Kemendikdasmen Buka 174 Formasi Guru Luar Negeri 2026, Ini Jadwal dan Linknya

Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Temu Ismail dalam sosialisasi program secara daring, Rabu (16/9). (Foto: Dok. Istimewa)

Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Temu Ismail dalam sosialisasi program secara daring, Rabu (16/9). (Foto: Dok. Istimewa)

Jakarta, Gradasigo -  Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia secara resmi membuka seleksi penerimaan 174 formasi Guru dan Tenaga Kependidikan (Tendik) untuk penugasan di Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) dan Community Learning Center (CLC) tahun 2026. Pendaftaran daring tersebut mulai dibuka pada 14 September dan akan berakhir pada 2 Oktober 2026 pukul 23.59 WIB.

Langkah strategis ini diambil pemerintah guna memastikan pemenuhan hak pendidikan dasar dan menengah bagi anak-anak Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di luar negeri. Berdasarkan pengumuman resmi dari Kemendikdasmen, ketersediaan 174 formasi rekrutmen tersebut terbagi menjadi tiga kategori utama dengan sebaran wilayah penempatan yang berbeda-beda.

Kategori pertama adalah posisi Guru SILN yang menyediakan kuota sebanyak 39 formasi. Tenaga pendidik yang berhasil lolos seleksi pada kategori ini akan didistribusikan ke berbagai kota pusat diplomatik dan konsuler di kawasan Asia serta Timur Tengah. Kota-kota penempatan tersebut mencakup Kuala Lumpur, Johor Bahru, Kota Kinabalu, Jeddah, Riyadh, Makkah, Kairo, Tokyo, Davao, Bangkok, Yangon, hingga Singapura.

Kategori kedua diperuntukkan bagi Tenaga Kependidikan (Tendik) SILN dengan alokasi terbatas, yakni 3 formasi. Posisi penunjang operasional sekolah ini hanya dibuka untuk wilayah penempatan di Kota Kinabalu (Malaysia) dan Jeddah (Arab Saudi).

Sementara itu, fokus utama dan porsi terbesar rekrutmen tahun ini dialokasikan untuk kategori ketiga, yaitu Pendidik Tetap CLC. Kemendikdasmen menyediakan total 132 formasi untuk posisi ini, dengan rincian penempatan 112 formasi di wilayah Sabah dan 20 formasi di wilayah Sarawak, Malaysia. Guru-guru CLC ini memegang peranan krusial dan memiliki tugas khusus untuk mendidik anak-anak para pekerja migran Indonesia (PMI) yang mayoritas tinggal dan bekerja di kawasan ladang perkebunan yang jauh dari akses sekolah formal perkotaan.

Panitia seleksi Kemendikdasmen memberikan penegasan bahwa seluruh tahapan rekrutmen ini bersifat mutlak gratis dan tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun. Selain itu, aturan sistem pendaftaran menetapkan batasan ketat di mana setiap pelamar hanya diperbolehkan memilih satu dari total formasi yang tersedia. Para kandidat dapat langsung mengakses informasi detail beserta proses pendaftaran melalui laman resmi di tautan https://gtk.kemendikdasmen.go.id/gtksilnclc/

Lebih lanjut, panitia juga telah menetapkan jadwal dan tahapan seleksi yang wajib diikuti oleh seluruh pendaftar. Setelah masa pendaftaran daring ditutup pada awal Oktober, panitia akan melakukan proses verifikasi dokumen. Hasil seleksi administrasi akan langsung diumumkan kepada publik pada 9 Oktober 2026.

Kandidat yang dinyatakan lolos secara administratif akan melanjutkan perjuangannya ke tahap tes psikologi atau psikotes. Tahapan ini dijadwalkan berlangsung antara tanggal 14 hingga 22 Oktober 2026. Tahapan paling menentukan akan digelar pada 2 hingga 12 November 2026, yang meliputi tes simulasi, sesi wawancara, serta praktik mengajar secara langsung.

Rangkaian seleksi nasional ini pada akhirnya akan ditutup dengan pengumuman kelulusan akhir yang dijadwalkan pada 20 November 2026. Pihak kementerian mengimbau seluruh calon pelamar untuk segera menyiapkan berkas administrasi dan menghindari pendaftaran di hari-hari terakhir guna mencegah penumpukan akses server pada sistem kementerian.

Program pengiriman pendidik ke luar negeri ini secara konsisten menjadi salah satu komitmen nyata bahwa negara hadir untuk melindungi dan mencerdaskan warganya tanpa terhalang batas teritorial. Kemendikdasmen berharap putra-putri terbaik bangsa, khususnya yang memiliki dedikasi tinggi di bidang pendidikan, dapat mengambil peluang ini. Kehadiran para pendidik ini kelak tidak hanya sebatas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan bagi generasi muda Indonesia di tanah rantau. (*)

Related Post