Sleman, gradasigo – Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen RI, Yaya Sutarya, memberikan sinyal positif terhadap langkah strategis yang diambil Kabupaten Sleman dalam menekan angka pengangguran. Ia menyatakan bahwa model kolaborasi yang dibangun di Sleman dapat menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia.
Pernyataan tersebut merespons langkah konkret Kabupaten Sleman yang mengintegrasikan dunia usaha langsung ke jantung lembaga pelatihan melalui skema kolaborasi "Pentahelix". Sinergi antara pemerintah daerah, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), serta Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dianggap mampu menciptakan ekosistem berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Langkah Taktis Menjawab Kebutuhan Pasar
Langkah ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kadin Sleman dengan Forum Pengelola LKP (PLKP) Sleman di Pendopo Parasamya, Selasa (24/2/2026). Kerja sama ini bertujuan memastikan program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) tepat sasaran.
Ketua Kadin Sleman, Yudi Prihantana, menegaskan pentingnya keterlibatan industri sejak awal proses pendidikan.
- Kolaborasi ini menjadi momentum penyelarasan kurikulum pelatihan dengan dinamika dunia usaha.
- Target utamanya adalah membangun SDM unggul yang langsung dicari industri, bukan menambah daftar pencari kerja.
- Diharapkan lahir "pabrik" wirausaha baru yang mampu bersaing di level global.
Peran Strategis LKP di Garda Terdepan
Ketua Forum PLKP Sleman, Nyono Irwanto, menilai kerja sama ini sebagai pengakuan atas peran LKP dalam memberikan jalan pintas keterampilan teknis bagi masyarakat. Lima LKP unggulan di Sleman tercatat langsung menjalin kerja sama spesifik dengan Kadin:
- LKP Jogja Culinary School
- LKP IMDKOM
- LKP Budi Mulia 2
- LKP Baruna Academy
- LKP Trisakti
- LKP Jogja Culinary School
Dukungan Pemerintah Daerah
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyoroti profil Sleman sebagai pusat pendidikan dan industri kreatif yang membutuhkan tenaga kerja dengan fleksibilitas tinggi. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga kursus adalah jawaban nyata atas tantangan ekonomi saat ini.
Dengan integrasi data dan pemetaan kebutuhan pasar yang akurat, Sleman optimis dapat melahirkan individu yang kompeten, baik di jalur profesional maupun sebagai wirausaha mandiri, guna meningkatkan daya saing daerah secara signifikan. (*)

Muhammad Sidik Kaimuddin Tomsio