Sleman, Gradasigo - Pemerintah Kabupaten Sleman mengambil langkah agresif dalam upaya intervensi kemiskinan struktural melalui penguatan sektor pendidikan tinggi. Komitmen nyata ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Beasiswa Sleman Pintar Tahun 2026 Tahap I di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Jumat (22/5/2026).
Sinergi strategis ini melibatkan Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Sosial dengan 34 Perguruan Tinggi terkemuka di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Melalui struktur piramida terbalik, kebijakan ini menempatkan perluasan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat rentan ekonomi sebagai prioritas utama pembiayaan daerah. Kerja sama ini dirancang bukan sekadar bantuan sosial karitatif jangka pendek, melainkan sebuah strategi makro investasi sumber daya manusia (SDM) untuk mendongkrak kesejahteraan jangka panjang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto, menegaskan hadirnya program ini merupakan wujud nyata keberpihakan pemerintah terhadap anak-anak dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, keterbatasan finansial sering kali menjadi dinding tebal yang merenggut hak generasi muda untuk meraih cita-cita dan melanjutkan studi ke jenjang universitas.
"Pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas SDM sekaligus jalan paling efektif memutus rantai kemiskinan antar generasi. Pemkab Sleman meyakini bahwa investasi terbesar suatu daerah bukanlah pembangunan fisik semata, melainkan pembangunan manusianya," ujar Susmiarto saat membacakan sambutan resmi.
Lebih lanjut, Susmiarto memaparkan visi besar Pemkab Sleman untuk mewujudkan target minimal satu sarjana dalam setiap keluarga miskin tanpa kecuali. Dengan membekali mereka gelar akademik dan kompetensi profesional, lulusan program ini diharapkan mampu menjadi tulang punggung baru yang menggerakkan roda ekonomi keluarga ke arah yang lebih layak.
Langkah taktis Pemkab Sleman ini mendapat apresiasi penuh dari otoritas pendidikan tinggi wilayah. Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY, Setyabudi Indartono, menilai program ini sebagai langkah kolaborasi cerdas yang memanfaatkan keunggulan ekosistem pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara makro, Kabupaten Sleman sendiri menguasai porsi dominan dengan memiliki 36 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dari total 100 PTS yang tersebar di wilayah DIY.
"Keberadaan puluhan perguruan tinggi di Sleman harus memberikan efek langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat lokal. Kami berkomitmen terus mendorong peningkatan akreditasi program studi unggul di PTS Jogja agar marwah pendidikan daerah ini semakin bersinar," kata Setyabudi.
Melalui implementasi PKS Tahap I ini, Pemkab Sleman berharap Program Beasiswa Sleman Pintar mampu melahirkan kader-kader daerah yang kompetitif, produktif, dan siap diserap oleh pasar industri global guna mengakselerasi penurunan angka kemiskinan daerah. (*)

Muhammad Sidik Kaimuddin Tomsio