Sleman, Gradasigo - Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) mengubah lanskap orientasi kampus menjadi ruang transaksi ekonomi riil. Berkolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Sleman, UTY memboyong 15 UMKM terkurasi ke dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026, Kamis (17/9/2026).
Langkah ini menegaskan pergeseran fungsi agenda penyambutan mahasiswa, tak lagi sekadar seremonial akademik, melainkan sarana penetrasi pasar yang terukur bagi pelaku usaha daerah. Ribuan mahasiswa baru disasar langsung sebagai ceruk konsumen generasi muda yang potensial.
Pelibatan UMKM dalam agenda ini tidak dilakukan secara asal tumpuk. Ketua KADIN Kabupaten Sleman, Yudi Prihantana, menegaskan seluruh tenant yang hadir wajib mengantongi legalitas usaha dan jaminan kualitas.
"Produk yang masuk harus memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi Halal. Kami memastikan apa yang dipasarkan ke mahasiswa bukan cuma mengikuti tren kuliner kekinian, tetapi juga memenuhi standar regulasi," tegas Yudi.
Bagi UMKM yang belum melengkapi izin usaha, KADIN Sleman membuka layanan pendampingan langsung di lokasi. Langkah pendampingan ini terbukti efektif melihat respons pasar yang tinggi; produk yang ditawarkan laris manis dibeli mahasiswa, dosen, hingga karyawan kampus sepanjang acara.
Wakil Rektor II Bidang Sumberdaya dan Keuangan UTY, Bahagia Tarigan, S.E., M.Si., Akt., CA., CPA., menjelaskan bahwa bazar ini merupakan bagian dari evolusi program kampus yang telah berjalan selama tiga tahun berturut-turut. Tahun ini, skala dampaknya diperbesar lewat kemitraan strategis KADIN serta dukungan sponsor seperti Bank BTN dan Indosat.
"Tahun ini nilainya jauh lebih kuat karena ada kurasi langsung dari KADIN Sleman. Kami ingin mahasiswa berinteraksi langsung dengan ekosistem ekonomi riil sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di kampus," kata Tarigan.
Bazar UMKM tersebut terintegrasi langsung dengan agenda jalan sehat yang melibatkan 1.800 mahasiswa baru, 1.000 mahasiswa senior, serta perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Kehadiran panggung hiburan yang menampilkan grup band Guyon Waton makin melipatgandakan foot traffic di area pameran.
Lewat integrasi ini, UTY dan KADIN Sleman membuktikan bahwa orientasi kampus dapat dikemas produktif: membangun interaksi sosial mahasiswa, memicu perputaran uang bagi warga sekitar, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah. (*)

Muhammad Sidik Kaimuddin Tomsio