JAKARTA, Gradasigo - Ikatan Pembuat Hantaran Indonesia (IPHI) Pancawati sukses menggelar Lomba Membuat Hantaran Tingkat Nasional di panggung Gebyar Kursus 2026, Plaza Festival, Jakarta, Sabtu (29/8).
Pergelaran yang diselenggarakan oleh Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (FPLKP) ini menjadi wadah unjuk kompetensi bagi para perajin dari berbagai daerah untuk mengangkat derajat seni tata wadah tradisi Nusantara ke level profesional.
Dalam kompetisi sengit berdurasi 2 x 60 menit tersebut, Vera Susanti, S.Pd. perwakilan DPD IPHI Jawa Barat berhasil mengamankan gelar Juara I lewat karya hantaran pernikahan bertema estetika modern. Posisi Juara II disabet oleh Gutmiati dari DPD IPHI Banten yang juga mengusung tema hantaran pengantin. Sementara itu, Juara III diraih Karina Herawati Putri, S.Pd. dari DPD IPHI Jawa Timur dengan kreasi hantaran syukuran hunian baru.
Ketua Umum IPHI Pancawati sekaligus Juri Utama, Iesje Leksmono, menegaskan bahwa hantaran bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan bagian dari ekonomi kreatif yang memiliki standar kompetensi terukur.
"Hantaran adalah seni merangkai pesan emosional, baik untuk peristiwa sukacita maupun dukacita. Melalui ajang ini, kami ingin memperluas pemahaman publik sekaligus memantapkan hantaran sebagai keahlian vokasi yang bernilai ekonomis tinggi," tegasnya.
Sebanyak 10 finalis terbaik dari lima DPD provinsi (Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur) bertarung ketat setelah lolos seleksi daerah. Penilaian dilakukan secara independen dan akurat oleh dewan juri ahli yang juga melibatkan Ketua Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Hantaran Retno Sari Murtiningsih serta Penjamin Mutu LSK Hantaran Sri Purwanti.
Sejak didirikan pada tahun 2000 oleh lima tokoh perempuan Sumiati Sukawit, Enen Wardana, Sri, Vera David, dan Iesje Leksmono. IPHI Pancawati konsisten melestarikan dan mentransformasi tradisi hantaran menjadi profesi bernilai tambah di Indonesia. Keikutsertaan dalam Gebyar Kursus 2026 ini mempertegas langkah IPHI Pancawati dalam mencetak SDM vokasi terampil yang siap bersaing di industri kreatif nasional. (*)

Muhammad Sidik Kaimuddin Tomsio