BOGOR, Gradasigo - Pada Sabtu 21 Maret 2026, Ribuan umat Muslim memadati area hijau Kebun Raya Bogor untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri 1447 H dengan penuh kekhusyukan.
Di bawah rimbunnya pohon-pohon bersejarah, pelaksanaan ibadah tahun ini tidak sekadar menjadi ritual tahunan, melainkan menjadi panggung refleksi penting mengenai arah peradaban baru pasca-Ramadan.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sekaligus Ketua MPP ICMI, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., yang bertindak sebagai khatib, menyampaikan pesan mendalam mengenai posisi Idul Fitri sebagai titik balik bagi masyarakat.
Dalam khutbahnya, ia menegaskan bahwa Idul Fitri adalah momentum krusial untuk melakukan rekonstruksi peradaban melalui penguatan tujuh nilai Islam moderat.
"Kemenangan hari ini harus diterjemahkan ke dalam nilai-nilai nyata: keseimbangan, keadilan, pembaruan, keteladanan, cinta tanah air, musyawarah, serta toleransi," ujar Prof. Arif Satria di hadapan jamaah yang hadir.
Pelaksanaan sholat kali ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Bogor, Drs. H. Dedie A. Rachim, MA. Jalannya ibadah dipimpin oleh Ketua MUI Kota Bogor, KH. TB. Muhidin sebagai imam, sementara gema takbir dipandu oleh Syamsudin, ME.
Secara organisasional, agenda besar ini merupakan hasil kolaborasi antara BRIN Kebun Raya Bogor dengan ICMI Kota Bogor di bawah komando Dr. Arijulmanan, M.H.I. selaku Ketua Panitia.
Kelancaran acara juga tidak lepas dari dukungan penuh PT Mitra Natura Raya (MNR) sebagai mitra pengelola Kebun Raya Bogor, dengan General Manager Zaenal Arifin yang mengawal langsung teknis pelaksanaan di lapangan.
Suasana khidmat kian terasa saat ibadah ditutup dengan sesi silaturahmi antarjamaah. Kerumunan massa perlahan membubarkan diri dengan membawa pesan persatuan yang kuat bahwa Idul Fitri adalah fondasi untuk membangun masyarakat yang tidak hanya adil dan toleran, tetapi juga memiliki visi kemajuan yang jelas. (HM)

Dr. Helwiyah Makarim. M.Pd