News

LKP IMDKOM Targetkan Kelompok Peserta PKW 2026 Raih Untung Rp2 Juta Sejak Masa Pelatihan

Peserta Program Kecakapan Wirausaha (PKW) LKP IMDKOM Yogyakarta tampak berdiskusi intensif dalam kelompok usaha mereka di ruang kelas, Sleman, Senin (25/5/2026). Guna melatih mentalitas pasar, setiap kelompok ditantang langsung mengelola bisnis teknisi komputer mandiri dengan target keuntungan minimal Rp2 juta selama masa pelatihan. (Foto: Dok. LKP IMDKOM)

Peserta Program Kecakapan Wirausaha (PKW) LKP IMDKOM Yogyakarta tampak berdiskusi intensif dalam kelompok usaha mereka di ruang kelas, Sleman, Senin (25/5/2026). Guna melatih mentalitas pasar, setiap kelompok ditantang langsung mengelola bisnis teknisi komputer mandiri dengan target keuntungan minimal Rp2 juta selama masa pelatihan. (Foto: Dok. LKP IMDKOM)

Sleman, Gradasigo - Menjawab tantangan tingginya kebutuhan digitalisasi dan penciptaan lapangan kerja mandiri, Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) IMDKOM resmi membuka Program Kecakapan Wirausaha (PKW) 2026 pada Senin (25/5/2026).

Mengambil spesialisasi bidang Teknisi Komputer, program strategis ini menyasar 30 peserta didik yang diproyeksikan menjadi motor penggerak UMKM baru di sektor teknologi.

Langkah ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Menghadiri pembukaan, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman bersama Penilik LKP menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan nonformal dengan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA) untuk memangkas angka pengangguran.

Kurikulum yang diterapkan tidak sekadar teori di atas kertas. Peserta digembleng dengan kombinasi materi kewirausahaan serta keterampilan teknis intensif, mulai dari perbaikan komputer, laptop, hingga printer. Targetnya lulusan kursus harus siap bertarung di pasar dan adaptif terhadap kebutuhan industri yang serba cepat.

Pimpinan LKP IMDKOM Yogyakarta, Husain Dilla, menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang bukan sekadar formalitas. "Makanya, simulasi bisnis nyata langsung kami jalankan sejak awal," ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan. 

Sebagai bentuk implementasi riil, para peserta langsung dipecah ke dalam enam kelompok usaha. Mereka ditantang untuk mengelola bisnis teknisi komputer mandiri sejak masa pelatihan, dengan target omzet keuntungan minimal Rp2 juta per kelompok. Indikator ini sengaja dipatok untuk melatih mentalitas tangguh dalam menghadapi dinamika pasar yang sesungguhnya.

Melalui ekosistem yang terintegrasi dari ruang kelas hingga praktik modal usaha ini, LKP IMDKOM optimistis seluruh lulusan mampu berdiri sendiri pascapelatihan. Output jangka panjangnya bukan lagi mencetak pencari kerja, melainkan melahirkan para pemilik usaha baru yang siap membuka lapangan kerja bagi masyarakat luas. (*)

Related Post