News

Kemendikdasmen Lepas 2.883 Alumni PKK ke Luar Negeri, Tembus Pasar Eropa hingga Asia

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti (tengah) berfoto bersama Dirut LKP Puspita Martha Wulan Maharani Tilaar (empat kanan), jajaran pejabat Kemendikdasmen, serta perwakilan alumni usai acara Pelepasan Alumni Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) ke Luar Negeri di LKP Puspita Martha International Beauty School, Jakarta, Kamis (17/9/2026). (Foto: Dok. Ditsuslat Kemendikdasmen)

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti (tengah) berfoto bersama Dirut LKP Puspita Martha Wulan Maharani Tilaar (empat kanan), jajaran pejabat Kemendikdasmen, serta perwakilan alumni usai acara Pelepasan Alumni Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) ke Luar Negeri di LKP Puspita Martha International Beauty School, Jakarta, Kamis (17/9/2026). (Foto: Dok. Ditsuslat Kemendikdasmen)

Jakarta, Gradasigo - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melepas 2.883 alumni Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) untuk merambah pasar kerja internasional. Langkah ini menegaskan peran strategis pendidikan kursus sebagai tulang punggung penguatan daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia di kancah global.

Seluruh lulusan yang berasal dari 20 Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) ini akan ditempatkan di empat negara tujuan. Bulgaria menyerap porsi terbesar dengan 1.831 tenaga kerja, disusul Jepang (692 orang), Turki (212 orang), dan Malaysia (76 orang). Mereka bakal mengisi berbagai posisi produktif pada sektor manufaktur, garmen, perhotelan, hingga jasa kecantikan dan spa wellness.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menggarisbawahi bahwa penempatan tenaga kerja ke mancanegara ini bukan cuma urusan mobilitas ekonomi individu. Ada misi diplomasi yang diusung oleh para lulusan saat mereka melangkah ke ranah profesional global.

"Mereka adalah para pejuang yang tidak hanya berusaha memperbaiki kualitas hidup pribadi, tetapi juga membawa nama baik bangsa di mana pun berada," tegas Abdul Mu’ti dalam acara pelepasan di LKP Puspita Martha International Beauty School, Jakarta, Kamis (17/9).

Ia menambahkan, lembaga kursus memegang peran krusial sebagai inklusi pendidikan bagi seluruh warga negara tanpa memandang latar belakang sosial-ekonomi. Ke depan, pelatihan vokasi diarahkan untuk memadukan hard skill, soft skill, dan jiwa kewirausahaan agar alumni mampu berkembang menjadi pengusaha mandiri.

Senada dengan hal itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menyebut daya serap lulusan hingga ke Eropa dan Timur Tengah membuktikan bahwa kurikulum berbasis industri pada pendidikan nonformal sangat adaptif terhadap kebutuhan pasar dunia.

Kesiapan tersebut tercermin dari LKP Puspita Martha yang menggelar program PKK Platinum bidang spa terapis. Direktur Utama LKP Puspita Martha, Wulan Maharani Tilaar, menyampaikan bahwa 25 pesertanya kini tengah bersiap mengikuti uji kompetensi sebelum ditempatkan secara resmi di luar negeri.

Bagi para peserta seperti Fifayu Zuhara Malelestari, kesempatan bekerja di Turki menjadi pijakan riil untuk membangun karir internasional sekaligus memperluas wawasan lintas budaya. Lewat sinergi berkelanjutan antara pemerintah, lembaga pelatihan, dan mitra industri, Kemendikdasmen optimistis penyerapan tenaga terampil Indonesia di kancah global akan terus meningkat. (*)

Related Post