News

Sukses Cetak Wirausaha Muda, Lembaga Kursus Erlangga Blitar Lahirkan 5 Bengkel Rintisan Baru

Tim mekanik muda perintis Bengkel 66 Motor berpose bersama perwakilan Lembaga Kursus Erlangga Blitar di depan unit usaha baru mereka. Bengkel ini merupakan salah satu hasil nyata Program PKW yang sukses mencetak wirausaha baru di bidang otomotif lokal. (Foto: Istimewa/Dok. LKP Erlangga Blitar)

Tim mekanik muda perintis Bengkel 66 Motor berpose bersama perwakilan Lembaga Kursus Erlangga Blitar di depan unit usaha baru mereka. Bengkel ini merupakan salah satu hasil nyata Program PKW yang sukses mencetak wirausaha baru di bidang otomotif lokal. (Foto: Istimewa/Dok. LKP Erlangga Blitar)

BLITAR, Gradasigo - Dunia pendidikan vokasi kini tak lagi sekedar mencetak pekerja pabrik. Di Blitar, sebuah gebrakan nyata lahir dari tangan-tangan muda. Sebanyak lima bengkel rintisan baru resmi mengaspal di jalanan, dikelola langsung oleh para pemuda setempat yang baru saja menyelesaikan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Teknik Sepeda Motor Sistem Injeksi di Lembaga Kursus Erlangga Blitar.

Langkah berani ini menjadi bukti bahwa intervensi pelatihan yang tepat mampu mengubah pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Kelima bengkel yang kini mulai beroperasi tersebut mengusung nama yang cukup ikonik: Bengkel 66 Motor, Bengkel Jaya Mandiri, Pandawa Tech Garage, Semoyo Garage, dan Ngoprek Garage.

Direktur Lembaga Kursus Erlangga Blitar, Ida Sulistyowati, menegaskan bahwa sejak awal program ini memang didesain secara holistik. Lulusan tidak boleh gagap saat harus berhadapan dengan pasar yang dinamis.

"Kami ingin lulusan memiliki keberanian membuka usaha sendiri. Selama pelatihan, mereka dibekali kompetensi teknis, manajemen usaha, pelayanan pelanggan, hingga strategi pemasaran," ujar Ida, menekankan pentingnya bekal yang utuh sebelum terjun ke masyarakat.

Proses di balik layar lahirnya para mekanik sekaligus pengusaha muda ini tidak instan. Selama 250 jam pelajaran, 30 peserta digembleng dengan model Project Based Learning (PjBL). Mereka tidak hanya berkutat dengan kunci pas dan mesin injeksi di dalam kelas, melainkan dipaksa menyusun cetak biru bisnis mereka sendiri, mulai dari business plan, manajemen operasional, hingga strategi memikat konsumen.

Demi mendekatkan peserta dengan realitas industri, lembaga kursus ini juga menggandeng mitra dunia usaha dan industri otomotif. Kolaborasi ini memastikan standar kerja yang diadopsi peserta setara dengan jaringan bengkel resmi. Salah satu ujian mental terberat mereka adalah saat menggelar program 'Servis Murah Sepeda Motor' untuk warga sekitar, sebuah simulasi nyata yang menguji kecepatan kerja sekaligus ketahanan mental dalam melayani pelanggan.

Namun, peluncuran lima bengkel ini bukanlah babak akhir. Lembaga Kursus Erlangga Blitar berkomitmen mengawal penuh fase awal operasional bisnis rintisan ini. Proses monitoring berkala tetap berjalan, berfokus pada penguatan administrasi, manajemen keuangan, dan konsistensi pelayanan. Langkah jangka panjang ini diambil demi memastikan kelima bengkel baru tersebut tidak sekadar musiman, melainkan tumbuh menjadi lini bisnis otomotif yang mandiri, profesional, dan mampu bersaing di pasar lokal. (*)

Related Post