News

Wagub DIY Minta Perlindungan Penuh 2.000 Siswa SMK di Luar Negeri

Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X (tengah) berfoto bersama Direktur SMK Kemendikdasmen RI Arie Wibowo Khurniawan (ketiga dari kiri), Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY Raden Suci Rohmadi (kiri), beserta jajaran usai audiensi di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (5/10/2026). (Foto: Dok. Pemda DIY / Humas)

Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X (tengah) berfoto bersama Direktur SMK Kemendikdasmen RI Arie Wibowo Khurniawan (ketiga dari kiri), Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY Raden Suci Rohmadi (kiri), beserta jajaran usai audiensi di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (5/10/2026). (Foto: Dok. Pemda DIY / Humas)

Yogyakarta, Gradasigo – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menuntut jaminan perlindungan dan pendampingan menyeluruh bagi ribuan siswa serta lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang akan diberangkatkan magang maupun bekerja ke luar negeri.

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menegaskan bahwa program pengiriman tenaga kerja muda tidak boleh sekadar berfokus pada pemenuhan kuota penyerapan kerja. Isu keselamatan, jaminan kesehatan, serta kepastian legalitas harus menjadi prioritas mutlak sejak awal persiapan hingga masa penempatan berakhir.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Sri Paduka saat menerima kunjungan Direktur SMK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, Arie Wibowo Khurniawan, di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (5/10/2026).

"Pekerjaan memang penting, tetapi keselamatan mereka jauh lebih utama. Mereka ini anak-anak kita. Saya ingin pendampingan dilakukan penuh dari awal sampai akhir, termasuk kejelasan jaminan kesehatan dan kecelakaan kerja selama di sana," ujar Sri Paduka.

Sri Paduka juga menyoroti pentingnya verifikasi lapangan, penyaringan jenis pekerjaan, serta edukasi hukum secara masif. Pembekalan mengenai legalitas dan risiko kerja di luar negeri dinilai krusial agar para pekerja muda terhindar dari potensi eksploitasi maupun persoalan hukum di negara penerima.

Menanggapi hal tersebut, Direktur SMK Kemendikdasmen RI Arie Wibowo Khurniawan mengungkapkan bahwa ada sekitar 2.000 peserta magang dan pekerja lulusan SMK yang dijadwalkan bertolak ke luar negeri tahun ini. Acara pelepasan serentak rencananya digelar di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada 29 Oktober 2026 mendatang.

Para peserta akan dikirim ke sejumlah negara tujuan strategis, seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, hingga beberapa kawasan di Eropa Timur dan Timur Tengah.

"Pemerintah memberikan dukungan berupa subsidi dana dan fasilitas tes kesehatan. Sementara itu, pihak sekolah memegang peranan kunci dalam pembekalan keterampilan teknis, kursus bahasa, hingga pengenalan budaya," jelas Arie.

Guna memperkuat daya saing dan masa depan peserta, Kemendikdasmen juga mendorong para lulusan SMK untuk tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi di sela-sela aktivitas kerja mereka selama berada di luar negeri. (*)

Sumber : jogjaprov.go.id 

Related Post