News

Gandeng BSI dan Bank Aceh, FPLKP Dorong Lulusan Kursus Jadi Wirausaha Kompeten

Ketua DPP FPLKP H. Zoelkifli M. Adam (kiri) bersama Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen RI Dr. Yaya Sutarya, M.Pd (kanan), saat menyaksikan prosesi pengukuhan kerja sama peningkatan mutu vokasi pada Rakerda ke-3 FPLKP Aceh di Bireuen. (Foto: Dok. Forum PLKP Aceh)

Ketua DPP FPLKP H. Zoelkifli M. Adam (kiri) bersama Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen RI Dr. Yaya Sutarya, M.Pd (kanan), saat menyaksikan prosesi pengukuhan kerja sama peningkatan mutu vokasi pada Rakerda ke-3 FPLKP Aceh di Bireuen. (Foto: Dok. Forum PLKP Aceh)

Bireun, Gradasigo - Langkah konkret memutus mata rantai pengangguran dan memperkuat ekosistem vokasi di Tanah Rencong resmi dimulai. Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (FPLKP) Aceh mengambil langkah strategis dengan mengintegrasikan dunia kursus, akademisi, dan sektor perbankan demi mencetak lulusan yang siap kerja sekaligus mandiri secara ekonomi.

Sinergi besar ini dikukuhkan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke-3 DPD FPLKP Aceh periode 2022-2027 yang berlangsung di Kabupaten Bireuen, 26–28 Juni 2026. Tidak tanggung-tanggung, FPLKP langsung mengamankan nota kesepahaman (MoU) dengan lima universitas lokal, Universitas Al-Muslim, UNIKI, UNISAI, UIA, dan UIN Sultanah Nahrasiyah, serta dua raksasa perbankan, Bank Aceh dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

"Lulusan kita tidak hanya butuh keahlian, tetapi juga pengakuan. Sertifikasi kompetensi adalah kunci utama agar mereka mampu bersaing di tingkat nasional maupun global," tegas Ketua DPP FPLKP, H. Zoelkifli M. Adam.

Melalui kemitraan ini, perbankan berperan membuka sumbat akses permodalan bagi alumni kursus yang ingin merintis usaha. Sementara itu, keterlibatan pihak universitas bakal mendongkrak standar kualitas pendidikan berbasis kompetensi yang selama ini dinilai perlu penyelarasan dengan dunia industri.

Langkah ini mendapat apresiasi penuh dari Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen RI, Dr. Yaya Sutarya, M.Pd., yang hadir langsung di lokasi. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor di Aceh ini merupakan implementasi nyata dari penguatan pendidikan vokasi nasional. 

"Ini menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan riil di lapangan," ujarnya.

Keseriusan FPLKP Aceh juga ditandai dengan peluncuran Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2026 Tahap 2. Program ini menjadi jawaban langsung atas tantangan ketenagakerjaan daerah dengan membekali generasi muda keterampilan teknis siap pakai.

Agenda yang berlangsung selama tiga hari ini melibatkan sedikitnya 260 peserta. Angka tersebut mencakup 50 pengurus DPD/DPC FPLKP se-Aceh, serta 210 peserta didik program PKK dan PKW yang berasal dari 10 LKP. Melalui konsolidasi ini, Rakerda ke-3 diharapkan mampu melahirkan cetak biru kerja yang konkret agar dampak keberadaan LKP dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas dalam mendongkrak perekonomian daerah.

Related Post