Inspirasi Bisnis

HIGLOB International Education Lepas 612 Peserta Pemagangan Global ke Jepang

Direktur HIGLOB International Education bersama perwakilan pemerintah dan 612 siswa di Ballroom SO HIGLOB International Education, Sleman, Sabtu (31/10/2026). (Foto: Dok. Istimewa))

Direktur HIGLOB International Education bersama perwakilan pemerintah dan 612 siswa di Ballroom SO HIGLOB International Education, Sleman, Sabtu (31/10/2026). (Foto: Dok. Istimewa))

Sleman, Gradasigo - Ruangan Ballroom SO HIGLOB International Education di Sleman, Yogyakarta, Sabtu (31/10/2026), dipenuhi ketegangan yang bercampur rasa syukur. Sebanyak 612 anak muda berbalut busana formal duduk berdampingan, membawa satu asa yang sama menjemput masa depan melintasi batas negara. Hari itu bukan sekadar seremoni pelepasan biasa. Ini adalah titik tolak dari lembaran baru kehidupan ratusan jiwa yang siap mengadu nasib lewat program pemagangan ke Jepang.

Di balik jas rapi dan senyum simpul para peserta, tersimpan cerita perjuangan yang tidak sebentar. Jepang kini bukan lagi sekadar impian dalam angan-angan, melainkan panggung nyata tempat mereka menempa keterampilan, menguji mental, dan membangun kemandirian ekonomi. Bagi mereka, Negeri Sakura menjanjikan ruang tumbuh yang menantang sekaligus pintu gerbang menuju kemandirian profesional.

Panggung Pembuktian SDM Indonesia

Direktur HIGLOB International Education, Nur Prabandari, memahami betul berat sekaligus mulianya tanggung jawab di pundak ratusan anak muda ini. Di hadapan para peserta dan tamu undangan, ia mengingatkan bahwa kesempatan emas tersebut adalah momen krusial untuk membuktikan kualitas sumber daya manusia Indonesia di kancah global.

"Tunjukkan bahwa kita mampu bersaing di lingkungan kerja internasional dan jaga selalu nama baik bangsa," pesan Nur penuh penekanan, menjadi bekal mental yang krusial sebelum para peserta menghadapi tantangan di negeri orang.

Pesan moral tersebut diperkuat oleh kehadiran para pemangku kebijakan. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY, Ariyanto Wibowo, bersama Koordinator Pemagangan Luar Negeri Kementerian Ketenagakerjaan RI, Muhammad Syihab, hadir langsung untuk memberikan suntikan motivasi sekaligus pengingat penting. Keduanya sepakat bahwa kecakapan teknis hanyalah separuh dari kunci sukses.

Karakter dan Integritas: Kunci Utama di Negeri Orang

Menghadapi budaya kerja Jepang yang terkenal ketat dan disiplin menuntut lebih dari sekadar kemampuan fisik. Integrasi budaya, etos kerja tanpa kompromi, serta kemampuan mengelola penghasilan dengan bijak menjadi pilar penentu keberhasilan para peserta selama berada di sana.

Pemerintah melalui kementerian dan dinas terkait menitipkan pesan agar para peserta senantiasa menjunjung tinggi integritas. Nilai-nilai kedisiplinan yang diserap di Jepang kelak diharapkan tidak hanya menjadi milik pribadi, tetapi dibawa pulang untuk memperkuat fondasi industri di tanah air.

Kini, roda perjalanan telah berputar. Sebanyak 612 anak muda dari Yogyakarta itu telah resmi melangkah meninggalkan zona nyaman mereka. Pengalaman yang segera mereka temui bukan hanya demi mengubah nasib pribadi dan keluarga tercinta, tetapi juga merajut asa baru bagi kemajuan bangsa. Dari Sleman menuju Jepang, sebuah babak pertaruhan masa depan resmi dimulai. (*)

Related Post