News

Kemendikdasmen Borong 7 Penghargaan PRIA 2026

Kemendikdasmen Borong 7 Penghargaan PRIA 2026

Kemendikdasmen Borong 7 Penghargaan PRIA 2026

Yogyakarta, gradasigo - Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kemendikdasmen mengukuhkan supremasi komunikasi publiknya dengan menyabet tujuh penghargaan bergengsi pada ajang "The 11th PR Indonesia Awards (PRIA) 2026". 

Dalam malam penganugerahan yang digelar di Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta, Jumat (13/2), instansi ini berhasil mendominasi panggung kompetisi setelah menyisihkan ratusan entri dari berbagai sektor di seluruh Indonesia.

Dari Inovasi Digital hingga Akuntabilitas Publik

Keberhasilan Kemendikdasmen pada ajang tahun ini mencerminkan kematangan strategi komunikasi yang komprehensif. 

Penghargaan didominasi oleh Ditjen Pendidikan Vokasi PKPLK, dengan rekognisi khusus diberikan kepada unit Direktorat PKPLK atas dedikasi personel dan transparansi pelaporannya. Berikut adalah rincian capaian tersebut:

Ekselensi Manajemen dan Individu

  • Gold Winner: Kategori Departemen PR (Subkategori Kementerian) diraih oleh Ditjen Pendidikan Vokasi PKPLK atas efektivitas tata kelola organisasi kehumasannya.
  • Gold Winner: Kategori Insan PR Indonesia diberikan kepada Cecep Somantri (Kepala Subbagian Humas/Protokol/Administrasi Pimpinan Direktorat PKPLK) yang dinilai memberikan kontribusi luar biasa bagi reputasi lembaga.

Inovasi Program dan Komunikasi Digital

  • Silver Winner: Kategori Digital PR melalui program "Apresiasi Karya Vokasi untuk Negeri (AKVUN)" yang sukses mengamplifikasi narasi vokasi di ranah siber.
  • Silver Winner: Kategori Government PR untuk dua program sekaligus, yakni "Festival Kolaboratif Harmoni Bintang" dan "Gelar Karya Vokasi PKPLK 2025", yang menonjolkan kolaborasi inklusif di sektor pendidikan khusus.

Akuntabilitas dan Transparansi Laporan

  • Silver Winner: Kategori Laporan Tahunan (Annual Report) untuk buku berjudul "Semua Bisa Berdaya" yang disusun oleh Ditjen Pendidikan Vokasi PKPLK.
  • Bronze Winner: Kategori Laporan Tahunan (Annual Report) untuk buku "Setapak Berdampak" hasil karya Direktorat PKPLK.

Kepemimpinan Inspiratif dalam Ekosistem Humas

Ajang PRIA 2026 juga memberikan pengakuan khusus kepada Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikdasmen, Anang Ristanto, melalui penghargaan kategori Kepemimpinan Kehumasan Inspiratif. 

Rekognisi ini menjadi bukti kuat bahwa transformasi komunikasi di kementerian dipicu oleh arah kebijakan yang tepat dari level pimpinan. Anang dinilai berhasil menggerakkan tim humas lintas direktorat untuk mencapai standar layanan publik yang lebih profesional dan bermutu.

"Terima kasih atas penghargaan ini. Penghargaan ini saya terima mewakili teman-teman humas semua di Kemendikdasmen. Semoga bisa memantik semangat untuk terus berkarya mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua," ujar Anang Ristanto dalam pidato penerimaannya.

Mengubah Tata Kelola Informasi Pemerintah

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK, Tatang Muttaqin, menekankan bahwa rentetan penghargaan ini bukan sekadar pencapaian simbolis, melainkan validasi atas pergeseran fundamental dalam "mesin internal" komunikasi kementerian. 

Fokus utama saat ini adalah memastikan tata kelola informasi berjalan terstandarisasi guna mendukung transparansi kebijakan.

Kemenangan ini menjustifikasi strategi kementerian dalam menjalankan tugas dan fungsi penyampaian informasi terkait program strategis kepada publik secara efektif. 

Tatang menegaskan bahwa pengakuan publik ini menjadi motor penggerak profesionalisme agar setiap pesan kebijakan nasional dapat terserap dengan akurat hingga ke akar rumput, sekaligus memperkuat reputasi institusi di mata pemangku kepentingan.

Edisi ke-11 PRIA tahun ini mengusung tema “Merajut Narasi dan Menguatkan Reputasi untuk Negeri,” yang menekankan pentingnya integritas pesan dalam membangun citra bangsa. Tingkat kesulitan kompetisi tercermin dari jumlah peserta yang mencapai 580 entri, mencakup korporasi swasta, BUMN, kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah.

Seluruh entri melalui proses penjurian ketat pada 5–20 Januari 2026 oleh dewan juri yang terdiri dari praktisi komunikasi senior, akademisi, dan perwakilan media nasional. 

CEO PR Indonesia Group, Asmono Wikan, menyatakan bahwa kualitas kehumasan di Indonesia terus menanjak, di mana fungsi komunikasi kini telah bergeser dari sekadar pendukung menjadi elemen krusial dalam ekosistem organisasi.

Dominasi Kemendikdasmen di panggung PRIA 2026 menjadi modal krusial untuk terus mengakselerasi kualitas layanan informasi. Capaian ini menjadi standar baru bagi unit-unit di bawah kementerian untuk tetap konsisten dalam menghadirkan narasi pendidikan yang inspiratif, transparan, dan berdampak luas bagi masyarakat Indonesia. (*)

Related Post