News

Kemendikdasmen Lepas 3.030 Lulusan SMK dan LKP ke Luar Negeri, Siap Kerja di Jepang hingga Jerman

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti bersama jajaran pejabat daerah dan ribuan lulusan SMK serta LKP berfoto bersama sembari mengibarkan bendera Merah Putih dalam acara Pelepasan Lulusan SMK dan LKP Bekerja di Luar Negeri yang dipusatkan di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (29/10). (Dok. Kemendikdasmen/Istimewa) 

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti bersama jajaran pejabat daerah dan ribuan lulusan SMK serta LKP berfoto bersama sembari mengibarkan bendera Merah Putih dalam acara Pelepasan Lulusan SMK dan LKP Bekerja di Luar Negeri yang dipusatkan di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (29/10). (Dok. Kemendikdasmen/Istimewa) 

Yogyakarta, Gradasigo - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengambil langkah strategis di tengah dinamika pasar kerja global. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti secara resmi melepas ribuan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) untuk bekerja serta magang di luar negeri. Pelepasan akbar ini dipusatkan di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (29/10).

Langkah ini menjadi manifestasi nyata komitmen negara dalam menjawab tantangan global sekaligus memperluas jangkauan penempatan tenaga kerja terampil Indonesia. Berdasarkan laporan Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dikmen Diksus) Tatang Muttaqin, total terdapat 3.030 lulusan yang diberangkatkan. Rinciannya mencakup 1.530 lulusan dari 231 SMK dan 1.500 lulusan dari 17 LKP dari berbagai wilayah di Tanah Air.

Para tenaga kerja muda ini telah merampungkan pendidikan vokasi sesuai bidang keahlian dan lolos seleksi kerja internasional yang ketat. Mereka dijadwalkan langsung bertolak ke sejumlah negara tujuan strategis, mulai dari Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Turki, hingga kawasan Timur Tengah.

Di hadapan para peserta, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa penguasaan keterampilan teknis saja belum cukup untuk memenangi persaingan global. Integritas, kedisiplinan, serta mentalitas baja menjadi fondasi utama yang wajib dijaga di negeri orang.

"Kemampuan dan profesionalisme adalah modal utama, tetapi kesuksesan ditentukan oleh integritas dan mentalitas yang kuat. Jaga nama baik bangsa dan berikan yang terbaik," tegas Abdul Mu’ti dalam prosesi penyerahan jaket kerja lapangan secara simbolis kepada perwakilan lulusan.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Noviar Rahmad, yang mewakili Gubernur DIY, mengapresiasi penuh sinergi lintas sektor ini. Pihaknya menilai pendidikan vokasi harus terus beradaptasi agar mampu melahirkan SDM yang mandiri, adaptif, dan berdaya saing tinggi di level internasional.

Acara pelepasan hibrida (luring dan daring) ini juga diramaikan oleh pameran kewirausahaan yang menampilkan beragam produk unggulan karya SMK lokal DIY. Melalui program berkelanjutan ini, pemerintah optimistis ekosistem vokasi Indonesia semakin terintegrasi dengan kebutuhan nyata pasar industri global. (*)

Related Post