News

Perkuat Tata Kelola dan Legalitas, 50 LKP di Sleman Ikuti Bimtek Intensif

Tangkapan layar Bimtek Peningkatan Kompetensi LKP Kabupaten Sleman

Tangkapan layar Bimtek Peningkatan Kompetensi LKP Kabupaten Sleman

Sleman, Gradasigo — Di tengah dinamika pasar kerja yang kian kompetitif, kualitas pendidikan nonformal memegang peran sentral dalam melahirkan sumber daya manusia yang terampil dan siap kerja. Kesadaran mendesak ini mendorong GTK PAUD Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman untuk menggandeng Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (PLKP) Kabupaten Sleman menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Pengelola LKP.

Berlangsung secara daring pada 30 Oktober serta 2–3 November 2026, kegiatan strategis ini diikuti dengan antusias tinggi oleh 50 pimpinan dan pengelola LKP se-Kabupaten Sleman. Acara resmi dibuka oleh Kepala Bidang GTK PAUD Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Dwi Warni Yuliastuti, M.Pd. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas manajerial agar lembaga kursus mampu beradaptasi cepat dengan kebutuhan industri modern.

Memasuki sesi inti, forum ini menghadirkan kolaborasi lintas sektor yang komprehensif. Sejumlah narasumber kompeten membagikan strategi pengembangan lembaga, mulai dari praktisi pendidikan nonformal Muhammad Sidik Kaimuddin Tomsio (Bang Oni), Ketua Forum PLKP DI Yogyakarta Husain Dilla, hingga praktisi bisnis sekaligus pengurus HIPMI dan Kadin, Ilham Agus Prasetyo.

Selain itu juga dihadirkan narasumber berpengalaman di lini operasional. Mereka adalah Ani Syafaatun (LKP Budi Mulia Culinary Dua Yogyakarta), Panda (LKP Trisakti), Aditya (Praktisi Sosial Media), serta Nyono selaku Ketua Forum PLKP Kabupaten Sleman yang mengawal dinamika organisasi tingkat lokal.

Dalam paparannya, Muhammad Sidik Kaimuddin Tomsio atau akrab disapa Bang Oni menggarisbawahi fondasi krusial dalam mengelola institusi pendidikan. Menurutnya, tertib administrasi dan kepatuhan mutlak terhadap regulasi pemerintah adalah harga mati untuk membangun kredibilitas jangka panjang.

"Lembaga kursus yang sehat dan kredibel wajib memastikan seluruh aspek legalitas hukumnya berjalan linier dengan aturan regulasi yang berlaku," tegas Bang Oni di hadapan puluhan pengelola.

Melalui rangkaian agenda sistematis ini, pemerintah daerah bersama forum pengelola optimistis standar mutu pendidikan vokasi di Sleman akan mengalami lompatan signifikan, sekaligus melahirkan institusi yang profesional, adaptif, dan berdaya saing global. (*)

Related Post