Yogyakarta, Gradasigo – Perkembangan media sosial turut mengubah cara masyarakat mengenal dan membeli produk kuliner. Makanan yang awalnya hanya dikenal di lingkungan tertentu kini berpeluang menjangkau konsumen lebih luas melalui konten digital, terutama video pendek dan rekomendasi kreator.
Fenomena tersebut menjadi perhatian dalam penyelenggaraan TikTok FoodFest 2026 di Hutan Kota Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 26–27 September 2026. Kegiatan ini menghadirkan puluhan pelaku usaha kuliner dan kreator konten untuk memperkenalkan beragam produk makanan dan minuman lokal kepada masyarakat.
Dikutip dari kemendag.go.id Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, mengajak pelaku UMKM kuliner memanfaatkan teknologi digital dan inovasi produk untuk mengembangkan usaha.
“Kami ingin mendorong UMKM kuliner lokal makin naik kelas, meningkatkan kualitas produk, memperkuat merek, memahami kebutuhan konsumen, serta memanfaatkan teknologi secara optimal dalam pengembangan usaha,” ujarnya saat membuka kegiatan tersebut.
Menurut Roro, pelaku usaha kuliner tidak cukup hanya menghadirkan makanan dengan cita rasa yang menarik. Mereka juga perlu membangun identitas produk, menyampaikan cerita di balik makanan, serta mengikuti perkembangan kebutuhan konsumen tanpa meninggalkan keunikan kuliner lokal.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa media sosial kini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang promosi dan pemasaran bagi pelaku usaha. Dengan strategi konten yang tepat, produk kuliner lokal berpeluang dikenal lebih luas sekaligus memperkuat daya saing UMKM di tengah persaingan industri makanan dan minuman. (*)

Muhammad Fatah - Kontributor