Yogyakarta, Gradasigo – Sepak bola tidak selalu dimenangkan oleh tim yang mampu menguasai permainan sejak menit pertama. Terkadang, kemenangan justru ditentukan oleh keberanian membaca situasi dan mengambil keputusan pada waktu yang tepat. Hal inilah yang ditunjukkan Igor Tolic ketika membawa Persib Bandung menghadapi Melbourne Victory dalam lanjutan AFC Champions League Two (ACL 2) 2026/2027.
Bermain di markas wakil Australia tersebut pada Rabu (4/11/2026), Persib sempat berada dalam tekanan setelah tertinggal lebih dahulu pada menit ke-71. Situasi itu membuat Maung Bandung harus segera mencari cara untuk mengubah jalannya pertandingan demi mengamankan tiket ke babak 16 besar. Namun, alih-alih panik, Tolic justru merespons keadaan dengan melakukan perubahan strategi.
Pelatih asal Kroasia tersebut memutuskan mengubah susunan pertahanan dari tiga bek menjadi empat bek setelah menarik keluar Julio Cesar. Keputusan itu bukan sekadar pergantian pemain, melainkan upaya untuk memberikan ruang lebih besar bagi Persib dalam membangun serangan. Tolic juga menginstruksikan para pemain sayap untuk memanfaatkan lebar lapangan guna membongkar pertahanan Melbourne Victory.
Dalam keterangannya yang dikutip dari situs resmi iLeague, Tolic menjelaskan alasan di balik perubahan tersebut.
“Ketika kami tertinggal, kami harus mengubah skema karena kami butuh hasil imbang atau menang. Kami menarik keluar satu bek tengah (Julio Cesar) dan beralih ke formasi empat bek (back four) yang merupakan struktur reguler kami,” jelasnya.
Perubahan strategi kemudian semakin terlihat ketika Ragnar masuk dan ditempatkan sebagai pemain nomor 10. Kehadirannya memberikan tambahan opsi serangan, terutama untuk menerima bola di antara lini pertahanan lawan dan menciptakan peluang. Sementara itu, Thom Haye dan Marc Klok berperan mengatur aliran bola dari lini tengah melalui umpan-umpan terarah kepada para pemain depan.
Tolic juga jeli melihat posisi garis pertahanan Melbourne Victory yang terlalu tinggi. Kondisi tersebut dimanfaatkan Persib dengan mengandalkan kecepatan pemain depan untuk mengeksploitasi ruang kosong di belakang barisan pertahanan lawan. Kombinasi perubahan formasi, pergantian pemain, dan pembacaan ruang akhirnya membantu Persib membalikkan keadaan sekaligus memastikan langkah ke babak 16 besar ACL 2 2026/2027.
Keberhasilan tersebut menjadi gambaran bahwa pertandingan sepak bola tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu pemain, tetapi juga kecermatan pelatih dalam membaca perubahan situasi. Bagi Persib, kelolosan ini bukan sekadar pencapaian di kompetisi Asia, melainkan bukti pentingnya kerja sama, kedisiplinan, dan keberanian mengambil keputusan ketika berada dalam tekanan.(*)

Muhammad Fatah - Kontributor