Jakarta, Gradasigo - Dunia kecantikan Indonesia tidak pernah kekurangan talenta, namun hanya sedikit yang mampu mengawinkan ketajaman teknis dengan visi edukasi yang kuat. Salah satunya adalah R.A Kanas Kosasih Koesoemadinata.
Pria kelahiran Bogor, 22 Juni 1979 ini bukan sekadar praktisi, ia adalah sosok di balik standar kompetensi tata rias pengantin yang kini menjadi acuan nasional.
Lahir dengan sapaan akrab Kanas, perjalanannya di dunia kecantikan justru dimulai dengan cara yang paling organik, belajar mandiri atau otodidak sejak 28 tahun silam.
Meski latar belakang pendidikannya adalah Manajemen Perhotelan dari Universitas Sahid Jakarta, garis tangan membawanya jatuh cinta pada seni kuas dan tatanan rambut.
Puncaknya pada tahun 2007, Kanas memutuskan untuk mengerucutkan fokusnya pada satu bidang yang sarat akan nilai budaya Tata Rias Pengantin.
Melampaui Batas Domestik
Kepiawaian Kanas bukan sekadar isapan jempol atau klaim sepihak. Jejak prestasinya membentang hingga ke kiblat mode dunia. Pada tahun 2009, ia berhasil menyabet gelar Best Junior Hair Stylist Of the Year di Paris, sebuah pengakuan internasional yang membuktikan bahwa sentuhan tangan dinginnya mampu bersaing di level global.
Di dalam negeri, reputasinya makin kokoh saat ia dinobatkan sebagai Terbaik I Instruktur Tata Rias Pengantin GTK PAUDNI Tingkat Nasional tahun 2014.
Kanas tidak berhenti pada gaya rias yang itu-itu saja, ia mengantongi Sertifikat Uji Kompetensi LSK TRP untuk 48 gaya rias yang berbeda—sebuah pencapaian yang menunjukkan kedalaman eksplorasinya terhadap kekayaan pengantin nusantara.
Dari Praktisi Menjadi Penjaga Standar Kompetensi
Kini, waktu Kanas lebih banyak dihabiskan untuk memastikan bahwa regenerasi perias di Indonesia memiliki standar yang mumpuni. Sebagai Ketua Lembaga Sertifikasi Kompetensi Tata Rias Pengantin (LSK TRP), ia memegang tongkat estafet dalam memvalidasi keahlian para perias di seluruh tanah air.
Tak hanya itu, pengabdiannya juga terlihat dari keterlibatannya di berbagai organisasi strategis, seperti:
- Ketua II Bidang Pendidikan & Litbang DPP HARPI "MELATI" yang fokus pada pengembangan riset dan kualitas edukasi rias pengantin.
- Master Penguji LSK TRP, ia juga terjun langsung menilai standar kompetensi para praktisi baru.
- Aktivis Organisasi Kursus: Terlibat aktif di DPP Forum PLKP serta La Foundation Guillamo Paris, menjaga koneksi antara pendidikan vokasi lokal dengan jaringan internasional.
Bagi Kanas, tata rias bukan sekadar urusan memoles wajah, melainkan menjaga marwah budaya melalui kompetensi yang tersertifikasi. Dari seorang pemuda yang belajar secara mandiri, kini ia berdiri sebagai guru bagi ribuan perias yang bermimpi mengikuti jejaknya. (oni)

Muhammad Sidik Kaimuddin Tomsio