Sosok

Raup Omzet 250 Juta, Santri Lulusan Kursus PKW di LKP Ovick Computer Sukses Dobrak Bisnis Digital

Santri asal Cirebon sekaligus lulusan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) 2022 di LKP Ovick Computer yang sukses merintis bisnis jasa legalitas online dengan raihan omzet mencapai Rp250 juta dalam kurun waktu enam bulan. (Foto: Dok. Istimewa)

Santri asal Cirebon sekaligus lulusan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) 2022 di LKP Ovick Computer yang sukses merintis bisnis jasa legalitas online dengan raihan omzet mencapai Rp250 juta dalam kurun waktu enam bulan. (Foto: Dok. Istimewa)

Cirebon, Gradasigo - Dunia bisnis digital kerap kali menyuguhkan kejutan bagi siapa saja yang jeli melihat peluang. Tengok saja kisah Fahmi Fajar Ramadhan, seorang pemuda asal Cirebon yang sukses memutarbalikkan nasibnya lewat jalur yang tak biasa. 

Santri yang awalnya mengaku buta total dengan dunia bisnis ini, kini berhasil mengantongi pendapatan fantastis hingga Rp250 juta hanya dalam kurun waktu enam bulan.

Pencapaian luar biasa ini diraihnya sepanjang periode Oktober 2025 hingga Maret 2026. Di balik angka yang menggiurkan tersebut, ada cerita tentang daya juang, kegagalan, dan keputusan berani untuk banting setir.

Titik balik kehidupan Fahmi dimulai pada tahun 2022 lalu. Atas inisiatif dari orang tuanya, ia mendaftar ke LKP Ovick Computer yang berlokasi di Mundu Pesisir, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Di sanalah ia terpilih menjadi satu dari ribuan peserta Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW), sebuah program garapan Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemdikbud RI. Lewat kelas Digital Marketing, insting bisnis Fahmi yang terpendam mulai diasah dengan tajam.

Langkah awal Fahmi tidak langsung mulus bertabur uang. Layaknya pemula, ia mencoba segala lini di dunia e-commerce, mulai dari berjualan madu murni, air mineral, hingga produk tembakau. 

Sembari berjualan fisik, pemuda kreatif ini juga merintis jasa pembuatan NPWP dan NIB daring, bahkan sempat meluncurkan brand kaus bernama Gen-Z Clothing di platform TikTok.

Namun, badai pertama datang. Karena ketidaktahuannya terhadap regulasi platform, akun e-commerce miliknya ditangguhkan secara permanen akibat menjual komoditas tembakau yang masuk dalam daftar produk terlarang oleh platform.

Bagi sebagian orang, penutupan akun secara massal adalah akhir dari segalanya. Namun bagi Fahmi, kegagalan tersebut justru menjadi pintu rezeki baru yang jauh lebih lebar. Alih-alih meratapi nasib atau menyerah, ia langsung memfokuskan seluruh energinya pada sektor layanan jasa.

Ia mengambil langkah strategis dengan menggandeng notaris profesional untuk memperluas portofolio bisnisnya. Dari yang awalnya hanya mengurus dokumen sederhana, kini usahanya melayani pendirian PT, PMA, CV, Firma, Yayasan, hingga Koperasi.

Keputusan ini terbukti sangat jitu. Orderan dari berbagai pelosok negeri langsung membludak, membuat omzetnya melonjak drastis. Menyadari kewalahan jika bergerak sendiri, Fahmi mulai mendelegasikan tugas dan berkolaborasi dengan rekan-rekan terpercaya. 

Kini, seluruh lini bisnisnya telah bernaung secara profesional di bawah bendera Fahmi Digital Service lengkap dengan situs resmi mereka.

Kombinasi antara kerja keras, kemampuan adaptasi, dan kemauan berkolaborasi akhirnya berbuah sangat manis. Hasil jerih payahnya mengelola bisnis legalitas kini sudah mewujud nyata. 

Pemuda asal Cirebon ini berhasil membeli dua unit sepeda motor baru serta sebuah rumah dua lantai di kawasan elite Cirebon.

Menariknya, Fahmi tidak lupa daratan. Di atas urusan materi, ia memilih mewujudkan bentuk bakti tertingginya kepada orang tua. Sebagian besar dari keuntungan ratusan juta tersebut langsung dialokasikan untuk mendaftarkan kedua orang tua serta dirinya sendiri untuk berangkat ke tanah suci menunaikan ibadah haji. 

Kisah Fahmi menjadi bukti nyata bahwa kesiapan menangkap peluang digital, jika dibarengi dengan kegigihan, mampu mengubah keterbatasan menjadi kesuksesan yang melimpah. (*)

Related Post