Edukasi

Didukung Kemendikdasmen RI, LKP Digitalindo Academy Depok Sulap ATS Jadi Bos Digital Marketing Lewat PKW 2026

Suasana pembukaan Program Kecakapan Wirausaha (PKW) Pemasaran Digital 2026 di LKP Digitalindo Academy, Depok, Jumat (22/5/2026). Program yang didukung oleh Kemendikdasmen RI ini digelar secara intensif selama 30 hari dengan total 150 Jam Pelajaran (JP) untuk membekali peserta dengan strategi bisnis berbasis data dan teknologi mutakhir. (Foto: Dok. Digitalindo Academy)

Suasana pembukaan Program Kecakapan Wirausaha (PKW) Pemasaran Digital 2026 di LKP Digitalindo Academy, Depok, Jumat (22/5/2026). Program yang didukung oleh Kemendikdasmen RI ini digelar secara intensif selama 30 hari dengan total 150 Jam Pelajaran (JP) untuk membekali peserta dengan strategi bisnis berbasis data dan teknologi mutakhir. (Foto: Dok. Digitalindo Academy)

Depok, Gradasigo - Mengubah Anak Usia Sekolah Tidak Sekolah (ATS) menjadi bos digital marketing masa depan di Depok ternyata butuh strategi yang gak main-main!

Berikut adalah fakta-fakta unik dan menarik di balik program pelatihan intensif yang digagas oleh LKP Digitalindo Academy, yang didukung oleh Direktorat Kursus dan Pelatihan, Kemendikdasmen.

1. Durasi Maraton 150 JP

Bayangkan belajar bisnis digital secara non-stop. Program Kecakapan Wirausaha (PKW) Digital Marketing 2026 ini berjalan maraton selama 30 hari ke depan sejak dimulai pada Kamis, 21 Mei 2026. Para peserta wajib menuntaskan total 150 Jam Pelajaran (JP) dengan jadwal super ketat. Senin sampai Sabtu, 5 jam sehari! Benar-benar skema padat yang berorientasi penuh pada praktik nyata.

2. Misi Sosial untuk Menekan Angka ATS

Bukan sekadar pelatihan bisnis biasa, program ini hadir sebagai langkah strategis untuk menekan angka Anak Usia Sekolah Tidak Sekolah (ATS) di Kota Depok. Didukung penuh oleh Direktorat Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen RI, intervensi pendidikan nonformal ini bertujuan menyulap kelompok ATS menjadi wirausahawan baru yang adaptif.

3. Bukan Cuma Teori, Tapi Cetak Growth Mindset

Direktur Digitalindo Academy, Yunita, S.E., mengingatkan bahwa menguasai hal teknis saja sudah gak cukup di era sekarang. Makanya, kurikulum mereka dirancang sangat komprehensif:

  1. Menggabungkan manajemen tradisional dengan strategi pemasaran digital.
  2. Mengajarkan perencanaan bisnis berbasis data.
  3. Fokus membentuk mentalitas tangguh (growth mindset) dan adopsi teknologi mutakhir.

4. Dikawal Ketat Lintas Sektor

Program ini mendapat pengawasan ketat dari pemerintah daerah demi mendongkrak kualitas SDM lokal. Kolaborasi ini diperkuat oleh dukungan Dinas Pendidikan Kota Depok, Jawa Barat.

Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga kursus ini diharapkan tidak hanya melahirkan unit usaha baru yang berkelanjutan, tapi juga jadi stimulus nyata bagi pertumbuhan ekonomi makro dan solusi jangka panjang dalam menyerap tenaga kerja lokal di Kota Depok.

Related Post