Jakarta, gradasigo - Tim Nasional Futsal Indonesia memamerkan taringnya pada laga pembuka AFC Futsal Asian Cup 2026. Bermain di bawah gemuruh dukungan suporter di Indonesia Arena, Jakarta, Selasa (27/1) malam, Skuad Garuda sukses melumat Korea Selatan dengan skor telak 5-0.
Kemenangan nirbobol ini menjadi pernyataan tegas anak asuh Hector Souto dalam mengarungi turnamen kasta tertinggi Asia di rumah sendiri.
Sejak sepak mula dilakukan pukul 19.00 WIB, intensitas serangan Indonesia tak memberikan ruang bagi "Negeri Ginseng" untuk sekadar mengembangkan permainan.
Gempuran sporadis Indonesia langsung membuahkan hasil di awal paruh pertama. Mochammad Iqbal Rahmattulah membuka kran gol melalui penyelesaian klinis yang meruntuhkan mental pertahanan Korsel.
Tak butuh waktu lama bagi tuan rumah untuk menjauh; pada menit ke-11, Rio Pangestu Putra menggandakan keunggulan menjadi 2-0 yang bertahan hingga turun minum.
Meski sudah unggul dua gol, Indonesia tidak menurunkan ritme di babak kedua. Hanya semenit setelah laga kembali dimulai, Iqbal Rahmattulah kembali mencatatkan namanya di papan skor.
Gol cepat di menit ke-21 tersebut praktis mematikan momentum kebangkitan yang coba dibangun oleh anak-anak asuh Korea Selatan.
Dominasi Indonesia kian tak terbendung di sisa waktu pertandingan. Israr Megantara memperlebar jarak menjadi 4-0 pada menit ke-29, sebelum akhirnya Reza Gunawan mengunci pesta gol di menit ke-37.
Menariknya, statistik mencatat Indonesia tampil sangat klinis sekaligus disiplin. Di saat lini depan tampil tajam, barisan pertahanan Garuda tercatat hanya melakukan dua pelanggaran sepanjang laga.
Kontras dengan Korsel yang terpaksa bermain kasar untuk meredam kecepatan pemain Indonesia, hingga wasit Andrew Scott Best asal Australia merogoh dua kartu kuning untuk Eom Jiyong dan Kang Jukwang.
Hasil impresif ini menempatkan Indonesia di posisi puncak klasemen sementara grup. Pelatih Hector Souto berhasil membuktikan bahwa transisi serangan dan kedisiplinan posisi menjadi kunci utama skuatnya kali ini.
Kemenangan lima gol tanpa balas ini bukan sekadar tiga poin, melainkan sinyal bahaya bagi tim-tim besar Asia lainnya bahwa Indonesia adalah kandidat kuat juara di hadapan publik sendiri. (*)

Nur Alfi Khabibah