Yogyakarta, Gradasigo – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan cerita drama yang mengangkat persoalan kehidupan manusia melalui film berjudul Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati. Diadaptasi dari novel karya Brian Khrisna, film ini membawa kisah tentang seseorang yang menghadapi tekanan hidup, kesepian, dan perjuangan menemukan kembali alasan untuk bertahan.
Film produksi Sinergi Pictures dan Ben Film tersebut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 12 November 2026. Disutradarai oleh Kuntz Agus, film ini menghadirkan Benidictus Siregar sebagai pemeran utama yang memerankan karakter Ale.
Cerita berpusat pada Ale, seorang pria yang mengalami depresi berat akibat berbagai tekanan dan pengalaman buruk dalam kehidupannya. Pada hari ulang tahunnya, Ale memiliki keinginan untuk mengakhiri hidup. Namun, sebelum mengambil keputusan tersebut, ia ingin menikmati seporsi mi ayam favoritnya untuk terakhir kali.
Keinginan sederhana itu justru membawanya pada berbagai pertemuan yang tidak terduga. Dalam perjalanannya, Ale bertemu dengan sejumlah orang yang memiliki latar belakang dan persoalan hidup berbeda. Interaksi tersebut perlahan memberikan pengalaman baru yang memengaruhi cara pandangnya terhadap kehidupan.
Selain Benidictus Siregar, film ini juga dibintangi sejumlah aktor dan aktris Indonesia, di antaranya Chicco Kurniawan, Teuku Rifnu Wikana, Dewi Irawan, Tika Panggabean, Zulfa Maharani, Jourdy Pranata, dan Nita Gunawan.
Dari sisi cerita, film ini tidak hanya berfokus pada perjalanan seorang tokoh utama, tetapi juga mengangkat persoalan kesehatan mental dan pentingnya kepedulian terhadap sesama. Kisah Ale menggambarkan bahwa seseorang yang sedang menghadapi masa sulit membutuhkan ruang untuk didengarkan, dipahami, dan memperoleh dukungan dari lingkungan sekitarnya.
Menariknya, film ini berasal dari novel dengan judul yang sama karya Brian Khrisna. Novel tersebut diterbitkan oleh Grasindo pada 2025 dan mendapatkan perhatian pembaca hingga mengalami cetak ulang berkali-kali. Adaptasi ke layar lebar menjadi kesempatan bagi cerita tersebut untuk menjangkau penonton yang lebih luas.
Berdasarkan informasi Lembaga Sensor Film (LSF), Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati memiliki durasi 121 menit dan diklasifikasikan untuk penonton berusia 17 tahun ke atas. Klasifikasi tersebut perlu diperhatikan oleh masyarakat sebelum memutuskan untuk menonton film ini.
Melalui cerita yang dekat dengan persoalan kehidupan sehari-hari, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati berpotensi menjadi salah satu tontonan drama Indonesia yang mengajak penonton lebih peka terhadap kondisi orang-orang di sekitarnya. Film ini sekaligus mengingatkan bahwa kepedulian sederhana dapat memiliki arti penting bagi seseorang yang sedang berjuang menghadapi kehidupannya.

Muhammad Fatah - Kontributor